DEHISENSI DAN EVISERASI

Dehisensi adalah terbukanya kembali luka operasi pada daerah berongga maupun pada daerah kompak.

Dehisensi dapat berupa terlepasnya sebagian atau keseluruhan jahitan pada kulit beserta lapisan jaringan lain. Pada daerah berongga seringkali tampak jahitan kulit masih utuh namun jahitan pada lapisan lebih dalam ( lemak atau muskulatur ) terlepas. Pada daerah kompak seperti ekstremitas jahitan kulit dapat terbuka sebagian ataukeseluruhan dengan disertai jahitan pada jaringan subkutan sampai muskulatur.

Eviserasi adalah terbukanya kembaliluka operasi di daerah rongga tubuh dengan disertai keluarnya sebagian atau keseluruhan organ visera.

Faktor predisposisi dehisensi dan eviserasi :

  • Faktor defisiensi dan emasiasi
  • Senilitas
  • Obesitas
  • Anemia
  • Proses aseptis yang kurang sempurna
  • Trauma berlebihan waktu operasi
  • Balutan luka yang kurang baik
  • Tingkah laku pasien yang terlalu banyak gerak
  • Lokasi luka terutama pada daerah mobile

Penyebab dehisensi dan eviserasi :

  • Terdapat korpora di dalam luka
  • Pembuatan simpul kurang baik
  • Benang jahit kurang baik
  • Tehnik penjahitan kurang baik
  • Prosedur hemostasis kurang sempurna
  • Kontaminasi mikroorganisme
  • Tegangan berlebihan pada tepi luka

Gejala lukaakibat dehisensi dan eviserasi :

  • Keluar cairan serosanguinus sehingga balutan basah
  • Bentuk luka berubah tampak edematous sepanjang tepi luka
  • Terjadi hernia aquisite
  • Adanya rasa nyeri
  • Pada eviserasi terlihat ada sebagian organ yang menyembul dari luka operasi

Penangananluka akibat dehisensi dan eviserasi :

  • Bersihkan luka dengan antiseptik ringan.
  • Buka jahitan yangsudah tidak memenuhi persyaratan kemudian lakukan tindakan eksisi atau debridemen secukupnya agar terbentuk luka baru.
  • Bersihkan luka dari sisa jaringan nekrotik dan berikan antibiotika lokal.
  • Tindakan penjahitan ulang.
  • Jika terjadi eviserasi maka perlu dilakukan irigasi organvisera yang prolaps dengan larutan fisiologis saline steril yang dicampur antibiotika dan lakukan reposisi organ visera secara sempurna.
  • Tindakan eksisi jaringan sepanjang tepi luka dan bersihkan sisa larutan fisiologis saline untuk pencuci dengan tampon sampai ke dalam rongga abdominal.
  • Berikan antibiotika lokal dan lakukan tindakan penjahitan ulang mulai muskulatur sampai jaringan kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *