Peninggalan Belanda di Indonesia

Keberadaan penjajah Belanda di Indonesia setelah 350 tahun menjajah tentu saja tidak dapat dipisahkan, banyak peninggalan Belanda terutama dalam bentuk bangunan – bangunan bergaya colonial yang terdapat di berbagai daerah. Beberapa diantaranya adalah :

Engelsche Brug
Jembatan yang terletak di sekitar Jalan Kali Besar, Jakarta. Dibangun pada tahun 1618 terbuat dari kayu.

Jembatan Cikuda
Jembatan kereta api yang dibangun oleh Staatsspoorwegen tahun 1921. Dilewati oleh kereta api penumpang dan hasil perkebunan.

Stadhuis
Merupakan bangunan gedung untuk balai kota (Stadhuis) difungsikan untuk mengurus keperluan administrasi masyarakat dan sebagai College van Schepen ( Dewan Kotapraja ) yang menangani masalah hukum pada jaman Belanda. Mulai dibangun pada awal abad 16 dan selesai tahun 1712 atas perintah Gurbernur Jendral Jan van Hoorn. Desain bangunan ini mirip dengan Balai Kota Amsterdam, terletak di Jalan Taman Fatahillah Jakarta. Saat ini digunakan sebagai museum Jakarta.

Westzijdsch Pakhuizen
Gedung ini terletak di Jalan Pasar Ikan, Jakarta dibangun pada tahun 1652. Memiliki menara Syahbandar berguna untuk mengawasi kapal yang keluar masuk pelabuhan sunda kelapa. Ketika jaman penjajahan Belanda gedung ini difungsikan untuk menyimpan rempah – rempah. Sekarang gedung ini dijadikan museum Bahari.

Municipal Theatre
Gedung kesenian yang terletak di Jalan Gedung Kesenian No 1 Jakarta dibangun oleh Gubernur Jenderal Belanda Daendels. Awalnya bernama Municipal Theatre, Schouwburg atau disebut Gedung Komidi.

Societeit Concordia
Gedung yang terletak di Jalan Asia Afrika, Bandung berdiri pada tahun 1879 oleh van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemakers. Selanjutnya bernama Gedung Merdeka tempat dilaksakan konferensi Asia Afrika 1955.

Gedung Aneta
Gedung kantor Berita Aneta ( Algemeene Niews en Telegraf Agentschap ) berada di Jakarta dibangun pada abad 19.

Riswijk
Gedung di Jalan Merdeka Utara, Jakarta, didirikan tahun 1796 pada pemerintahan Gubernur Jenderal van Overstraten. Sejak tahun 1816 gedung ini dijadikan tempat tinggal Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Paleis Weltvreden
Saat ini Gedung ini dipakai menjadi Gedung Mahkamah Agung, pemerintah Belanda membangun gedung ini bertujuan untuk di jadikan istana dengan lapangan parade Waterloopein ( sekarang lapangan Banteng ), Batavia. Dibangun pada tahun 1809 pada masa Gubernur Jenderal Du Bus.

KPM Kantoor 
Gedung yang dibangun pada tahun 1916 awalnya berfungsi sebagai kantor KPM ( Koninklijke Paketvaart Matschappij ). Sekarang gedung ini menjadi gedung Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Gedung Raad van Justitie
Dibangun 1866 – 1870 berfungsi sebagai Raad van Justitie atau Dewan Kehakiman Belanda. Sekarang menjadi museum seni rupa dan keramik.

Holandsche Kerk 
Dibangun tahun 1640 di Jalan Pintu Besar Utara, Jakarta. Gedung ini berfungsi sebagai gereja bernama Oude Holandsche Kerk. Kemudian berganti nama menjadi Nieuwe Holandsche Kerk. Terdapat kompleks pemakaman para pejabat Belanda yang meninggal di Batavia, antara lain : Jan Pieterzoon Coen. Pada tahun 1939 gedung ini berubah menjadi museum bernama de Oude Bataviasche Museum atau museum Batavia lama. Sekarang gedung ini menjadi museum wayang Indonesia.

Gouvernements Bedrijven Kantoor
Gedung yang berdiri di pusat kota Bandung ini dibangun pada tahun 1920, dirancang oleh Ir. J. Gerber dari Landsgebouwendients ( Jawatan Gedung Negara ), dibantu sebuah tim dari Burgerlijke Openbare Werken ( Depertemen Pekerjaan Umum ) dan Gemeentelijk Bouwbedriff ( Perusahaan Bangunan Kota Praja ). Pada masa penjajahan Belanda gedung ini berfungsi sebagai instansi pemerintahan. Sekarang menjadi kantor Gubernur Jawa Barat ( Gedong Sate ).

Paleis Buitenzorg
Terletak di kota Bogor, gedung ini didirikan oleh Gubernur Jenderal Belanda Baron van Imhoff tahun 1745. Berfungsi sebagai tempata peristirahatan, namun kemudian menjadi tempat kediaman resmi para Gubernur Jenderal Belanda dan pejabat pemerintahan Hindia Belanda tahun 1870 – 1942. Sekarang terkenal dengan nama Istana Bogor.

Kompleks Kebun Raya Bogor
Kebun yang terletak di sebelah Istana Bogor seluas 111 hektar didirikan oleh Dr C.G. Reinwardt ahli botani.

Soerabaia Gouverneure Kantoor
Gedung yang terletak di Surabaya dan menjadi kantor Gubernur Jawa Timur ini dibangun tahun 1929 oleh NV.Nedam terletak di aloen – aloen straat dan Joharlaan ( sekarang Jalan Pahlawan ).

Soerabaia Hoogere Burgerschool
Gedung ini dibangun tahun 1923 diarsiteki oleh J. Gerber dan terletak di HBS straat ( sekarang Jalan Wijayakusuma Surabaya ). Sekarang berfungsi sebagai Sekolah Menengah Atas Negeri 1, 2, 5, 9.

Gedung NIAS
Gedung Nederland Indische Artsen Straat ( sekarang Jalan Darmahusada ). Dibangun pada tahun 1920 – 1922, diarsiteki oleh Wiemans. Sekarang difungsikan sebagai Fakultas Kedokteran Umum Universitas Airlangga Surabaya.

Fort Veredeburg
Benteng yang dibangun dengan tujuan untuk mengawasi semua kegiatan masyarakat Mataram dan juga untuk melindungi kepentingan VOC. Dibangun VOC 1765 berbentuk persegi dengan dikelilingi parit. Benteng ini terletak bersebrangan dengan Gedung Agung, Yogyakarta.

Fort Rotterdam 
Benteng yang dibangun sekitar tahun 1545 oleh salah satu Raja Gowa bernama Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung. Materialnya berasal dari tanah liat dengan corak bangunan Portugis. Saat VOC berkuasa benteng ini dibangun kembali dengan nama Fort Rotterdam dan menjadi salah satu pusat pemerintahan dan perdagangan VOC di Indonesia bagian timur.

Fort Speelwijk
Benteng ini terdapat di Desa Kasemen, Serang, Jawa Barat. Didirikan oleh VOC tahun 1685, pada masa pemerintahan Sultan Banten Abu Nasr Abdul Qohhar. Didalamnya terdapat ruang komandan, gereja, gudang senjata, kantor administrasi, pasar VOC, dan kamar dagang. Ruang pengintaian terletak di atas tembok sebelah utara.

Fort Marlborough
Benteng ini merupakan peninggalan Inggris, terletak di Bengkulu. Dibangun oleh EIC tahun 1713 – 1719 atas perintah Gubernur Jenderal Joseph Callet. Benteng ini merupakan benteng terkuat di Asia, setelah Fort George di Madras, India.

Fort Vastnburg
Awalnya benteng ini bernama Grootmoediheid didirikan oleh Gubernur Jenderal Baron van Imhoff tahun 1745 sebagai benteng pertahanan VOC di Jawa Tengah. Di era Nederlands Indie, benteng ini menjadi pelindung tempat kerja Gubernur Jenderal Belanda ( Soerakarta Gouverneure Kantoor ).

Fort de Kock
Benteng ini dibangun di kota Bukittinggi tahun 1825, saat adanya perlawanan dari Tuanku Imam Bonjol dan Harimau nan Salapan mengatasi perang Paderi.

Fort Victoria
Benteng yang didirikan oleh Portugis tahun 1575, lalu dikuasai oleh Belanda tahun 1602. Benteng ini merupakan pertahanan Belanda dari pemberontakan Saparua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *