XML

XML ( Extensible Markup Language ) yang merupakan turunan dari SGML (Standard Generalized Markup Language ) sering dianggap sebagai pengganti HTML ( Hypertext Markup Language ) karena satu turunan.

XML diciptakan sebagai sarana interoperabilitas antar software dari platform yang berbeda.

History XML :

  1. XML diciptakan oleh suatu kelompok yang dipimpin oleh James Clark yang telah beranggotakan 11 orang.
  2. Sebelum diresmikan oleh W3C pada 10 Februari 1998 sempat diusulkan beberapa nama yaitu MAGMA ( Minimal Architecture Generalized Markup Application ), SLIM ( Stuctured Language for Internet Markup ), dan MGML ( Minimal Generalized Markup Language ).
  3. Telah dilakukan tiga kali perbaikan minor pada XML 1.0, sehingga menghasilkan XML 1.1 yang kini telah dilakukan satu kali perbaikan. Pada tanggal 16 Agustus 2006 XML 1.0 edisi keempat dan XML 1.1 edisi kedua diluncurkan serta dianggap keduanya merupakan XML versi terakhir sampai sekarang.

Dengan XML maka akan sangat memungkinkan pengguna software dari platform yang berbeda dapat teroperasibilitas dengan cara saling menukar informasi yang diminta dengan format XML. Format XML didapat dengan menjalankan tool web service, yakni HTTP untuk membaca file XML dan menampilkannya. Namun berbeda dengan HTML yang harus memerintahkan web browser menampilkannya, XML menandai informasi secara terstruktur sehingga aplikasi lain hanya perlu mengekstrak dan menjalankan. XML juga memiliki tag – tag seperti pada HTML hanya saja tag – tagnya dapat dibuat sendiri sesuai kebutuhan sedangkan tag HTML bersifat baku. Untuk dapat membaca tag – tag apa saja yang memuat informasi dan struktur hirarkinya, XML 1.0 dilengkapi dengan DTD ( Document Type Definition ) yang tedapat pada header file. Sedangkan pada XML 1.1 untuk menutup kekurangan DTD telah dipasang XSD ( XML Schema Definition ) yang lebih handal.

Tetapi XML memiliki sifat yang tegas terhadap kesalahan – kesalahan pada tag, aplikasi yang menggunakan akan berhenti jika menemui salah pada tag dan memberitahukan bahwa ada yang salah dengan file XML anda. Sedangkan pada HTML web browser akan tetap berusaha menampilkan apabila ada kesalahan pada tag. Itulah perbedaan sifat antara HTML dan XML meskipun keduanya diturunkan dari SGML.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *