ORCHITIS

Orchitis adalah radang pada testis yang timbul karena adanya infeksi mikroorganisme pada bagian di sekitar testis seperti keradangan pada skrotum atau saluran urogenital, khususnya penularan penyakit kelamin menular akibat perkawinan alam dengan hewan betina yang terinfeksi penyakit kelamin menular tersebut.

Bentuk orchitis dapat bersifat akut maupun kronis. Kesuburan hewan jantan menjadi menurun selama fase akut dan menjadi lebih jelek pada fase kronis, khususnya jika kedua testis meradang. Jika satu testis meradang biasanya hanya testis tersebut yang mengalami degenerasi, tetapi jika sembuh akan terjadi regenerasi. Penurunan kualitas air mani pada hari pertama dan kedua setelah terjadi infeksi orchitis akut dan akan tetap ada selama fase akut dan fase kronis. Jika kedua testis mengalami orchitis maka penurunan kualitas air mani dapat bersifat permanen.

Gejala yang tampak pada hewan jantan yang mengalami orchitis adalah :

  • Demam tinggi selama 1 – 14 hari.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Palpasi pada skrotum terasa sakit.
  • Terdapat pembengkakan skrotum.
  • Libido menurun sampai menghilang.
  • Pada keadaan kronis testis mengecil dengan konsistensi agak keras, danbentuk tidak teratur.
  • Terjadi kemajiran.

Pada ternak sapi terdapat tiga derajat orchitis yaitu :

  1. Orchitis intratubuler.
    Secara makroskopis, jika testis disayat dapat terlihat bintik putih kekuningan. Secara histologis, terlihat sisa tubulus seminiferus pada daerah yang terkena radang, sel epitel tubulus seminiferus menjadi rusak kemudian akan digantikan oleh sejumlah besar sel radang di bagian tengah, di bagian tepi tubulus seminiferus terdapat banyak giant cell, membrana basalis dari tubulus menjadi tidak jelas atau hilang dan terjadi akumulasi sel radang.
  1. Orchitis interstitialis.
    Secara histologis, terjadi infiltrasi radang diantara tubulus seminiferus. Dan akhirnya tubulus saling menjauh dipisahkan oleh tenunan pengikat dan testis yang terkena konsistensinya akanlebih kenyal.
  1. Orchitis nekrotik.
    Orchitis nekrotik adalah bersifat specific khususnya pada testis yang menderita brucellosis. Tetapi dapat juga berasal dari testis karena infeksi lain. Pada orchitis nekrotik, testis mengalami nekrosis keseluruhan atau sebagian. Irisan melintang pada testis terlihat daerah yang mengalami nekrosis tampak kering, berwarna kuning, terdapat lapisan tipis yang sedikit mengalami pengapuran.

Pada domba dan kambing, kejadian orchitis sering disertai oleh ischemia nekrotis, abses dan perlekatan antara lapisan visceral dan parietal dari tunika vaginalis pada dinding skrotum. Biasanya gangguan terjadi pada proses spermatogenesis dari bagian testis yang terkena radang.

Penyebab orchitis dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu :

  1. Kelompok infeksi.
    Orchitis yang disebabkan oleh penularan Diplococcus, Streptococcus, Staphylococcus, Corynebacterium piogenes, Mikrobacterium tuberculosis, Actinomycosis, Brucella abortus, Mycoplasma dan Chlamyda.
  1. Kelompok non-infeksi.
    Penyebab orchitis akibat trauma seperti benturan atau pukulan, respon alergi terhadap sel mani misal reaksi tuberkuloid atau adanya zat alergen.

Diagnosa terhadap orchitis dapat ditentukan berdasarkan adanya perubahan bentuk dan konsistensi testis, adanya perlengketan antara testis dengan dinding skrotum, dan terjadipenurunan kualitas air mani. Jika orchitis disebabkan oleh infeksi mikroorganisme, diagnosa dapat dilakukan melalui pemeriksaan biopsi testis, uji serologis darah penderita dan pemeriksaan mikroskopis pada air mani.

Pengobatan dapat dilakukan berdasarkan jenis mikroorganisme yang dapat diisolasi. Obat yang biasa dipakai adalah khloromisetin atau aureomisin, pengobatan dengan antibiotika atau sulfonamid dosis tinggi kurang memberi hasil memuaskan. Pada kasus akut yang bersifat unilateral, testis yang meradang sebaiknya segera diambil untuk mencegah perubahandegenerasi pada testis yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *