PEWARNAAN URIN PADA KELINCI

Perubahan warna urin pada kelinci dari warna normal kuning menjadi merah, merah muda, coklat, atau oranye, sering disebut ” red urine ” dapat terjadi pada kelinci sehat sama seperti jika mereka sakit.

Kondisi pada kelinci yang mengalami kesulitan buang air kecil maka akan lebih sering urinasi tetapi keluar sedikit bahkan hanya beberapa tetesan setiap kali urinasi. Obstruksi pada kandung kemih misal sebagai akibat adanya batu kandung kemih mampu menghalangi aliran urin.

Penyebab ” red urine ” :

1. Pigmen tanaman.
Pada kelinci sehat, pemberian diet tanaman mengandung beta-karoten tinggi dalam jumlah besar, seperti wortel dan bayam dapat menyebabkan ” reddish discoloration ” ( warna makanan tersebut mengalami pelunturan yang nampak pada urin ). Kelinci yang memakan pinus atau bulu hewan yang tajam dapat juga mengakibatkan urin berwarna merah.

2. Antibiotik.
Pemberian beberapa antibiotik tertentu dapat meningkatkan level pigmen dalam urin.

3. Stres.
Kondisi stres atau bahkan perubahan musim diduga dapat mengakibatkan ” reddish discoloration ” ( warna kemerah-merahan pada urin beberapa kelinci ).

4. Dehidrasi.
Dehidrasi berpengaruh terhadap konsentrasi urin, sehingga menyebabkan warna urin menjadi lebih gelap dan nampak juga adanya pigmentasi dalam urin.

5. Darah.
Jika warna merah dalam kaitan dengan hematuria maka ada darah dalam urin, hal ini merupakan tanda penyakit pada sistem urinaria, seperti infeksi ginjal atau kandung kemih, batu ginjal atau kandung kemih, kanker ginjal atau kandung kemih, polip kandung kemih. Darah yang keluar dari uterus atau vagina secara normal nampak sebagai discharge darah pada vulva, atau sebagai beberapa tetesan darah sebelum atau sesudah urinasi. Jika kelinci tidak terlihat urinasi, darah bercampur urin kerapkali ditemukan pada kandang. Sekresi dari organ reproduksi dapat menyebabkan urin berwarna merah pada wanita yang tidak di spaying, hal ini mungkin dalam kaitan dengan kasus hyperplasia endometrial, infeksi pada uterus, kanker uterus, polyps uterine, aborsi.

6. Bilirubin dan urobilinogen.
Kejadian sangat jarang, pewarnaan urin mungkin dalam kaitan dengan adanya bahan kimia yang disebut bilirubin dan urobilinogen. Peningkatan kadar bilirubin dan urobilinogen yang ditemukan pada darah dan urin terjadi jika kelinci mengidap penyakit hati atau adanya kerusakan sel darah.

Perubahan warna urin seharusnya selalu dicek Dokter hewan melalui tes urin dengan cepat untuk menentukan adanya pewarnaan urin dalam kaitan dengan darah, bilirubin, atau urobilinogen. Variasi tes darah dan urin meliputi kultur dan uji sensitivitas dapat digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosa terhadap penyebab tertentu. Ultrasonographyand radiografi ( x-rays ) juga dapat membantu dalam menentukan penyebab pewarnaan urin. Jika pewarnaan urin berkaitan dengan pigmen dari makanan, maka tidak ada terapi khusus. Jika ada obstruksi, kelinci perlu memperoleh anastesi atau pemberian sedatif selagi dilakukan eliminasi penyebab obstruksi. Jika kelinci mengalami dehidrasi maka perlu diberikan terapi cairan melalui intravenous ( IV ) atau subcutaneous ( SC ). Terapi yang dapat diberikan tergantung hasil diagnosa meliputi operasi, anti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *